Ingin Jadi Programmer Profesional, Hindari Mental-Mental Berikut Ini

 

Berikut ini beberapa mental buruk yang harus benar-benar dihindari kalau kamu ingin menjadi programmer profesional:

1. Malas mencari tahu

Materi belajar pemrograman saat ini sebenarnya sudah cukup banyak tersedia di internet. Kalau kamu yang terbiasa dengan bahasa Inggris sebenarnya sumber belajar tersedia sangat melimpah. Buat kamu yang lebih suka yang berbahasa Indonesia juga sudah banyak yang menyediakannya, salah satunya kamu bisa belajar dari berbagai konten belajar di CodePolitan, seperti artikelinteractive codingtutorial set dan ebook. Nah masalahnya adalah banyak programmer pemula atau calon programmer punya kecenderungan malas mencari tahu. Padahal hanya jika mereka mau mencari tahu, maka semuanya akan menjadi lebih mudah.

Ini pula lah yang sering kali menyebabkan terjadinya pem-bully-an di forum-forum pemrograman. Banyak programmer pemula sering kali bertanya untuk hal-hal yang sangat sederhana, yang sebenarnya jika dia meluangkan waktu sedikit saja untuk mencari tahu, maka masalahnya atau pertanyaannya langsung terjawab. Terlepas dari ketidak-tahuannya, sehingga para senior melihat tidak adanya usaha dalam bersungguh-sungguh untuk mencari tahu. Bukan berarti saya mendukung pem-bully-an. Namun jika semua pihak paham etikanya maka sebenarnya hal-hal seperti pem-bully-an di forum pemrograman tidak perlu terjadi.

Baca juga: Agar Tidak Dibully Saat Bertanya Di Forum Pemrograman

Oleh karena itu, mental ini harus benar-benar dihindari jika ingin menjadi seorang programmer. Toh banyak sekali sumber belajar tersedia di internet. Hanya saja masalahnya adalah mau atau tidak mau untuk mencari tahu. Jika hanya mengandalkan untuk disuapi dan tidak belajar jika tidak ada yang memberi tahu, percayalah keinginan untuk menjadi programmer profesional akan sulit terwujud. Bagaimana tidak, dalam dunia pemrograman teknologi akan selalu berkembang dan setiap saat menuntut kita untuk terus belajar. Jika kita hanya berdiam saja dan menunggu disuapi maka kita akan terus tertinggal.

2. Pengen jalan pintas

Kalau kita melihat orang hebat atau orang sukses dalam bidangnya, jangan hanya lihat bagaimana ketika dia telah sukses saja. Lihat juga bagaimana perjuangannya dalam menuju kehebatan atau kesuksesan tersebut. Kalau kita melihat Sofian HadiwijayaPeter Jack KambeyLuri DarmawanRahmat Awaludin atau Bernaridho Hutabarat sebagai programmer hebat, percayalah itu tidak terjadi begitu saja. Entah berapa ratus jam telah mereka habiskan untuk belajar dan mengembangkan skillnya. Jadi kalau kamu ingin juga seperti mereka tidak ada jalan lain selain menjalani prosesnya. Tidak ada jalan pintas!

Jangan sangka orang-orang yang saya sebutkan tadi tidak pernah mengalami kesulitan dalam belajar. Coba sesekali tengok kisah perjalanan mereka dalam meniti karir sebagai programmer di CoderTalk. Mereka juga pernah mengalami kesulitan dalam belajar, hanya saja mereka tidak menyerah, hingga jadilah mereka seperti sekarang ini.

3. Mental gratisan

Kalau kita ingin dihargai dan dibayar atas jasa yang kita lakukan, maka orang lain pun demikian. Kita tentu tidak ingin dong ketika kita sudah bersusah payah membuatkan sebuah website, app atau software untuk klien kita tiba-tiba klien kita bilang “Lho, saya kira gratis? Itu kan cuma diketik doang bikinnya!”. Maka berikanlah hak untuk orang lain juga sebagaimana kita ingin hak kita dipenuhi.

Masalah yang sering terjadi di kalangan developer pemula yang kronis di Indonesia yang membuat sulit untuk berkembang adalah mental gratisan. Banyak yang ingin jago dan menjadi master namun tidak ingin mengeluarkan biaya investasi untuk menujunya. Ketika ada yang jual ebook berbayar, atau ketika ada yang bikin video tutorial berbayar atau workshop berbayar akan ada yang berkomentar “Wah kok berbayar, dasar pelit! Ilmu aja dijual!”, percayalah orang seperti itu akan kesulitan untuk maju.

Rahmat Awaludin Membeli Ebook

Dari apa yang saya amati dan pelajari, justru orang-orang hebat sangat leluasa untuk berinvestasi dalam belajar. Mereka tidak segan-segan untuk mengeluarkan biaya demi mendapatkan ilmu baru sebagai investasi masa depan. Itulah yang menyebabkan mereka selalu selangkah lebih dahulu dari pada orang-orang kebanyakan. Karena mereka pikir investasi biaya yang mereka keluarkan akan berbanding lurus dengan apa yang mereka dapatkan nantinya.

4. Malas ngoprek

Ini merupakan perluasan dari point nomor 2. Apa jadinya programmer tanpa ngoprek? Programming adalah sebuah hardskill, sebuah bidang ilmu seperti bela diri yang jika semakin sering dilatih maka akan semakin jago. Programming bukanlah bidang ilmu hafalan, jika sudah hafal maka selesai sudah. Coba cari satu orang saja yang jago dalam bidang programming yang tidak suka ngoprek! Pasti tidak akan ada. Orang-orang yang menjadi expert saat ini, mereka adalah orang yang senantiasa ngoprek dan praktek. Mereka adalah pembelajar sejati. Mereka mempelajarinya kemudian mempraktekannya. Kalau kamu saat ini masih malas ngoprek sedangkan cita-cita kamu adalah menjadi programmer profesional, mungkin kamu harus introspeksi diri terlebih dahulu. Ingat kawan, programmer adalah pembelajar.

 

Sumber : Codepolitan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *